PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI

 



PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI

 

A.      Anatomi Fisiologi Sistem Pencernaan


Sistem Pencernaan

Saluran cerna ( traktus gastrointestinal )

1.        Mulut

2.        Pharinx

3.        Esophagus

4.        Gaster (Lambung)

5.        Usus Halus

·      Duodenum ( usus dua belas jari )

·      Jejenum ( usus kosong )

·      Ileum ( usus penyerapan )

6.        Usus Besar

·      Colon senden

·      Colon transversum

·      Colon desenden

·      Colon sigmoid

7.        Rektum

8.        Anus 

Organ-organ assesoris / tambahan

1)        Gigi

2.        Lidah

3.        Kelenjar ludah

4.        Hati

5.        Kandung Empedu

6.        Pankreas

B.       Fungsi Sistem Pencernaan

a.        Menerima nutrient (proses menelan/ingesti)

b.        Menghancurkan nutrient dalam bentuk molekul-molekul kecil untuk mencapai dan memasuki aliran darah (proses pencernaan/digesti)

c.         Memungkinkan molekul-molekul tadi untuk memasuki aliran darah (proses penyerapan/absorbsi sehingga dapat dikirimkan keseluruh jaringan. Dimana semua proses tersebut dikoordinasi oleh gerakan   otot halus dan sekresi saluran pencernaan.

C.      Proses Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

1.        Ingesti

·           Memasukkan makanan kedalam rongga mulut

·           Memotong makanan menjadi potongan-potongan yang halus (proses pengunyahan).

·           Membasahi makanan dengan sekresi kelenjar salivarius/ kelenjar ludah

·           Menelan makanan (deglutition)

2.        Digesti

Makanan yang telah ditelan didorong oleh gerakan propulsive (pendorongan) melewati oropharynx dan esophagus menuju lambung untuk diproses lebih lanjut oleh enzim pencernaan dan asam lambung, meliputi :

·           Tepung dipecah menjadi monosakarida oleh enzim amylase

·           Protei dipecah menjadi dipeptida dan asam amino oleh enzim pepsin dan trypsin

·           Lemak dipecah menjadi monogliserida dan asam lemak bebas oleh enzim lipase dan esterase

3.        Absorbsi

Penyerapan monosakarida seperti glukosa, asam amino dan monogliseri asam-asam lemak, air, bikarbonat, dan kalsium dari lumen gastrointestinal ke aliran darah atau limfe

 

4.         Defekasi

Pengeluaran sisa makanan yang tidak dicerna oleh tubuh melalui anus dalam bentuk feces.

 

D.      Hormon-Hormon Terkait dengan Kebutuhan Nutrisi

1.   Hormon Insulin

Insulin adalah hormon yang mengatur pusat untuk metabolisme karbohidrat dan lemak dalam tubuh. Insulin menyebabkan sel-sel di hati, otot, dan jaringan lemak untuk mengambil glukosa dari darah, menyimpannya sebagai glikogen di hati dan otot.

 

2.    Hormon Glukagon

Glukagon adalah suatu hormon yang dikeluarkan oleh pankreas, meningkatkan kadar glukosa darah.

Glukosa disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen, yang merupakan pati-seperti polimer rantai terdiri dari molekul glukosa. Sel-sel hati (hepatosit) memiliki reseptor glukagon. Ketika glukagon mengikat pada reseptor glukagon, sel-sel hati mengubah glikogen menjadi polimer molekul glukosa individu, dan melepaskan mereka ke dalam aliran darah, dalam proses yang dikenal sebagai glikogenolisis. Seperti toko-toko menjadi habis, glukagon kemudian mendorong hati untuk mensintesis glukosa tambahan oleh glukoneogenesis. Glukagon mematikan glikolisis di hati, menyebabkan intermediet glikolisis akan suhuuttled untuk glukoneogenesis.

 

Fungsi molekul reseptor yang mengikat :

• Aktivitas hormon
• glukagon reseptor yang mengikat

Komponen seluler

• ekstraseluler wilayah
• ekstraseluler wilayah
• ruang ekstraseluler
• fraksi larut
• sitoplasma
• membran plasma
• membran plasma

Proses biologis

• proses metabolisme cadangan energi
• sinyal transduksi
• G-protein reseptor ditambah protein signaling jalur
• G-protein signaling, ditambah dengan utusan cAMP kedua

nukleotida
• perilaku makan
• proliferasi sel
• negatif pengaturan nafsu makan
• regulasi sekresi insulin
• seluler respon terhadap stimulus glucagon

 

3.   Hormon Pertumbuhan (Growth Hormone)

Hormon pertumbuhan (GH) adalah hormon peptida yang merangsang pertumbuhan, reproduksi sel dan regenerasi pada manusia dan hewan lainnya.

Hormon pertumbuhan adalah asam 191-amino rantai polipeptida tunggal yang disintesis, disimpan, dan disekresi oleh sel-sel somatotroph dalam sayap lateral kelenjar hipofisis anterior. Somatotropin (STH) mengacu pada hormon pertumbuhan 1 diproduksi secara alami dalam hewan, sedangkan somatropin merujuk pada hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh teknologi DNA rekombinan.

 

E.        Jenis-jenis Nutrisi

 

1)        MAKRONUTRIEN

Makronutrien adalah golongan makanan yang dibutuhkan dalam jumlah banyak.

a.       Karbohidrat  

Contohnya : Nasi, jagung, tepung, singkong, ubi, kentang, sagu, selulosa dll.

Fungsi karbohidrat bagi tubuh adalah sebagai berikut :

þ  Sumber energi

þ  Menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh

þ  Bahan pembentuk sel sel tubuh.

b.      Protein

o    Protein Hewani

Contoh : Ikan, daging, susu, telur, larva tawon dan serangga.

o    Protein Nabati

Contoh : Kacang – kacangan

Fungsi protein bagi tubuh adalah sebagai berikut :

þ  Bahan atau zat pembangun sel – sel tubuh mengganti bagian sel tubuh yang usang ,

þ  Bahan pembuatan enzim, hormon, dan pigmen.

þ  Kekurangan protein dapat menyebabkan penyakit busung lapar.

c.       Lemak

Contohnya :Daging, telur, susu, ikan, kedelai, kacang tanah, mentega dan kelapa.

Fungsi lemak bagi tubuh adalah sebagai berikut :

þ  Sumber energi,

þ  Pembawa zat – zat makanan esensial,

þ  Pelarut vitamin A,D,E dan K.

þ  Melindungi alat alat tubuh dari kedinginan.

2)        MIKRONUTRIEN

Mikronutrien adalah golongan makanan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit.

a.    Garam Mineral

Fungsi garam mineral untuk mengatur tekanan cairan tubuh dan bahan pembangun.          
Unsur pembentuk garam mineral ada 2 macam, yaitu :

þ  Makroelemen (dibutuhkan dalam jumlah banyak)

Contoh : Natrium (Na), Kalium (K), Kalsium (Ca), dll.

þ  Mikroelemen (dibutuhkan dalam jumlah sedikit)

Contoh : Besi (Fe), Tembaga (Cu), Jodium (J), dll.

þ  Kekurangan salah satu unsur tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh.

b.    Vitamin

Fungsi utama vitamin adalah menjaga kesehatan tubuh kita.

Vitamin ada 2 macam, yaitu :

þ Vitamin yang larut dalam air

Contoh : Vitamin C, vitamin H atau Biotin, vitamin M atau Asam Folat.

þ Vitamin yang larut dalam lemak

Contoh : Vitamin A, vitamin D, vitamin E dan vitamin K.

Kekurangan vitamin mengakibatkan fungsi tubuh menjadi tidak normal.

c.    AIR

Air sangat berperan penting bagi manusia. Tanpa air, manusia akan mati dalam beberapa hari.

Fungsi air pada tubuh adalah sebagai berikut :

þ  Absorpsi, transportasi, dan pencernaan makanan.

þ  Ekskresi sisa metabolisme.

þ  Regulasi suhu tubuh.

þ  Enzim tidak dapat berfungsi jika tidak ada air.

F.       Tanda dan gejala Kecukupan Nutrisi

Tanda dan gejala kecukupan nutrisi seseorang data dilihat pada :

a.    Penampilan umum

Tanda dari nutrisi yang baik yang dapat dilihat dari penampilan umumnya adalah responsive. Gejala yang dapat dilihat jjika nutrisi yang kurang baik adalah lesu.

b.   Postur

Tanda nutrisi yang baik dapat lihat dari postur yang tegak, lengan dan tungkai lurus.Gejala yang timbul jika nutrisi kurang baik adalah bahu kendur, dada cekung dan punggung bungkuk.

c.    Otot

Tanda yang dapat dilihat jika nutrisi terpenuhi dengan baik adalah otot berkembang dengan baik, kuat, da terdapat lemak dibawah kulit.

Sedangkan gejala yang dapat dilihat jika kecukupan nutrisi buruk adalah penampilan lemah, sering merasa nyeri dan edema.

d.   Kontrol system saraf

Seseorang yang memiliki nutrisi yang baik dapat dilihat kurang iritabilitas atau kelelahan dan memiliki kestabilan psikologis.

Gejala yang timbul jika nutrisi kecukupan nutrisi krang baik adalah iritabilitas, bingung, tangan dan kaki terasa terbakar dan kesemutan.

e.    Fungsi kardiovaskuler

Tanda : laju denyut dan irama jntung normal, tekanan darah normal.

Gejala : laju denyut janung cepat (di atas 100 kali/menit),irama tidak normal dan tekanan darah meningkat.

 

f.     Vitalitas umum

Tanda : bertenaga, penampilan kuat

Gejala : mudah lelah, kurang energy, mudah tertidur dan mudah capek

g.    Rambut

Tanda kecukupan nutrisi baik: rambut berkilau, kuat, kulit kepala sehat.

Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : rambut kusam, kusut, kering, tipis dan kasar, mudah rontok.

h.   Kulit

Tanda kecukupan nutrisi yang baik : kulit halus dan sedikit lembab dengan warna baik.

Gejala yang dapat dilihat jika nutrisi tidak baik : kasar, kering, bersisik, pucat.

i.      Wajah dan leher

Tanda kecukupan nutrisi yang baik : warna merata, halus, penampilan sehat.

Gejala yang dapat dilihat jika nutrisi buruk : wajah berminyak, bersisik, kulit gelap di pipi dan dibawah mata, wajah kasar disekitar hidung dan mulut.

j.     Bibir

Tanda kecukupan nutrisi yang baik : halus, penampilan lembab (tidak pecah-pecah atau bengkak).

Gejala jika nutrisi buruk : kering, lesi angular pada sudut mulut.

k.   Gusi

Tanda jika kecukupan nutrisi baik : warna merah muda, tidak bengkak atau berdarah.

Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : gusi bengkak dan mudah berdarah.

l.      Lidah

Tanda jika kecukupan nutrisi baik : warna merah muda, halus. Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : penampilan bengkak, kasar, warna daging.

m. Gigi

Tanda jika kecukupan nutrisi baik : gigi tidak berlubang dan nyeri.

Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : penampilan salah posisi.

n.   Mata

Tanda jika kecukupan nutrisi baik : mata terang, jernih, penampilan bersinar

Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : kekeringan membrane mata, kemerahan, kering.

o.    Kuku

Tanda jika kecukupan nutrisi baik : penampilan keras, merah muda

Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : kuku mudah patah.

p.   Kaki atau tungkai

Tanda jika kecukupan nutrisi baik : tidak nyeri, lemah, dan bengkak.

Gejala jika kecukupan nutrisi tidak baik : edema betis, kesemutan dan lemah.

G. Prosedur Membantu Pasien Makan dan Minum

a.   Persiapan Pasien dan Sikap

Persiapan Pasien :

þ  Memperkenalkan diri kepada pasien

þ  Jelaskan kepada pasien tentang tujuan dan prosedur pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan

þ  Menanyakan kesediaan pasien

Sikap :

þ  Tidak tergesa-gesa, ramah, emmaklumi keadaan pasien

þ  Dorong pasien agar makan dengan cukup 

b.   Persiapan Lingkungan

Menjaga privasi pasien dengan cara:

þ  Menutup pintu

þ  Menutup jendela

þ  Memasang sampiran/sketsel

þ  Mempersilakan pengunjung untuk menunggu di luar

c.   Persiapan Alat

1)     Piring

2)     Gelas

3)     Alas dan tutupgelas

4)     Sendok

5)     Garpu

6)     Mangkuk sayur

7)     Mangkuk lauk

8)     Baki

9)     Serbet/tisu

 

d.   Prosedur Pelaksanaan

1)        Cuci tangan

2)        Hidangkan makanan di atas meja pasien

3)        Mencocokkan makanan sesuai dengan daftar diet

4)        Bantu pasien mengambil posisi Yana nyaman

5)        Letakkan serbet di abah dagu pasien

6)        Beri kesempatan pasien untuk berdoa

7)        Menyanyakan kepada pasien apakah mau minum terlebih dahulu sebelum makan

8)        Tanyakan kepada pasien apakah lauk dan sayur boleh dicampur dengan nasi/tim

9)        Siapkan makanan dengan porsi sedang,jaman tergesa-gesa, tunggu sampai makanan habis atau sampai  pasien merasa kenyang

10)    Beri minum secukupnya

11)    Setelah selesai, bantu pasien membersihkan mulutnya dengan serbet

12)    Kembalikan la;St pada tempatnya

13)    Catat jenis dan jumlah makanan yang dihabiskan

14)    Cuci tangan

15)    Mendokumentasikan hasil tindakan

e.   Evaluasi

1)        Menanyakan perasaan pasien setelah selesai makan

2)        Lihat reaksi pasien saat makan, apakah ada masalah saat menelan makanan

3)        Tanyakan kepada pasien apakah sudah cukup kenyang      

GIZI SEIMBANG

 

Standar Kompetensi

Melakukan Pemberian Nutrisi

 

Kompetensi dasar

Menunjukkan kemampuan memberikan makan peroral pada klien

 

indikator

Konsep dasar nutrisi seimbang disebutkan dan dijelaskan dengan benar

 

Tujuan pembelajaran

Setelah selesai mengikuti materi ini, siswa diharapkan mampu menyebutkan dan menjelaskan konsep dasar nutrisi seimbang dengan benar

 

 

I.        PEDOMAN GIZI SEIMBANG

  1. Konsep 4 sehat 5 sempurna

Tahun 1950 bapak ilmu gizi, prof DR dr Poorwo Soedarmo memperkenalkan 4 sehat 5 sempurna melalui lembaga makanan rakyat Depkes dalam rangka melancarkan gerakan sadar gizi. Isi 4 sehat 5 sempurna yaitu:

1.       Makanan pokok berfungsi memberikan rasa kenyang

2.       Sayur berfungsi memberi rasa segar dan memperlancar proses menelan

3.       Lauk pauk berfungsi memberi rasa enak

4.       Buah berfungsi mencuci mulut

5.       Susu berfungsi sebagai penyempurna

  1. Penyempurnaan 4 sehat 5 sempurna menjadi pedoman umum gizi seimbang (PUGS)

Perbedaan dan persamaan 4S5S dengan PUGS

KRITERIA

4S5S

PUGS

persamaan

Dalam makanan sehari-hari harus memuat sumber energy, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur

Dalam makanan sehari-hari harus memuat sumber energy, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur

Perbedaan

tidak terdapat takaran yang jelas

Terdapat pedoman berupa takaran berapa banyak kita harus mengkonsumsi sumber energy, sumber zat pembangun, dan sumber zat pengatur

 

  1. KONSEP PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG (PUGS)

Pedoman umum gizi seimbang (PUGS) memuat pedoman yang seimbang bagaimana seorang manusia memenuhi kebutuhan gizinya sehari-hari. Isi dari PUGS adalah:

1.       Makanlah aneka ragam makanan

2.       Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energy

3.       Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energy

4.       Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energy

5.       Gunakan garam beryodium

6.       Makanlah makanan sumber zat gizi

7.       Berikan ASI saja kepada bayi hingga usia 6 bulan

8.       Biasakan makan pagi

9.       Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya

10.   Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur

11.   Hindari minum minuman beralkohol

12.   Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan

13.   Bacalah label pada makanan yang dikemas

Tiga belas pesan PUGS tersebut secara jelas menggambarkan porsi/takaran makanan yang harus kita konsumsi, seperti yang tercantum pada piramida di bawah ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.      PENGATURAN POLA MAKAN

  1. Menghitung kebutuhan energy dan zat gizi

Kebutuhan energy 1 hari seseorang dipengaruhi oleh kebutuhan energy basal (AMB) factor aktivitas dan factor stress

Energi Total= AMB X FA X FS

 
 

 


Kebutuhan energy basal (AMB) seseorang sehari bias dihitung dengan menggunakan beberapa cara:

1.       Rumus Harris Benedict

Laki-laki                        = 66,5 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)

Perempuan                = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)

Keterangan:

BB = Berat badan dalam Kg

TB = Tinggi badan dalam cm

 U  = usia  dalam tahun

2.       Cara cepat (1)

Laki-laki                        = 1 kkal x BB kg x 24 jam

Perempuan                = 0,95 kkal x BB kg x 24 jam

3.       Cara cepat (2)

Laki-laki                        = 30 kkal x BB kg

Perempuan                = 25 kkal x BB kg

 

Faktor Aktivitas

1,05                = total bed rest                                 1,3          = aktivitas ringan

1,1                  = mobilisasi di tempat tidur         1,4          = aktivitas sedang

1,2                  = jalan disekitar kamar                   1,5          = aktivitas berat

 

 

Factor stress

1,1 – 1,2       = gagal jantung                                 1,5          = gagal hati, kanker

1,13                = kenaikan suhu 1C                        1,5-1,8  = sepsis

1,15 – 1,35  = trauma skeletal                             1,1-1,5== pasca bedah elektif

1,35 – 1,55  = trauma multiple

 

Kebutuhan Zat Gizi

Kebutuhan karbohidart normal 60-75 % dari kebutuhan energy total

Kebutuhan lemak normal 10-25% dari kebutuhan energy total

Kebutuhan protein normal 10-15% dari kebutuhan energy total

  1. Anjuran jumlah porsi sehari menurut kecukupan energy

Setelah mengetahui kebutuhan energy dalam sehari, maka akan dikonferensikan ke dalam jumlah porsi yang sesuai dengan besar energinya. Porsi yang dimaksudkan bias dilihat pada table di bawah ini

Tabel 5 anjuran porsi sehari menurut kecukupan Energi

Kecukupan Energi (kkal)

Jumlah porsi bahan makanan (P)

MP

LN

LH

S

B

gula

minyak

1300

3

3

2

2

3

0

3

1500

3,5

3

2

3

3

2

4

1700

4

3

2

3

4

2

5

1900

4,5

3

2,5

3

4

2

5

2100

5

3

3

3

4

2

6

2300

6

3

3

3

4

2

6

2500

7

3

3

3

4

2

6

2800

8

3

3

3

5

2

7

 

Keterangan:

MP (Makanan pokok) 1 porsi                       = 100 gr (1 centong sedang)
LN (Lauk Nabati) 1 porsi                                = 50 gr (1 potong sedang)
LH (Lauk Hewan) 1 porsi                                                = 50 gr (1 potong sedang)
S (sayur) 1 porsi                                                = 100 gr (1 mangkuk kecil)
B (buah) 1 porsi                                                = 100 gr (1 potong besar)
gula 1 porsi                                                         = 10 gram (1 sdm peres)

Minyak 1 porsi                                                   = 5 gram (1 sdm)

 

  1. Pembagian Porsi Makan

Pagi (06.00-08.00)                            = 25%

Snack Pagi (10.00)                            = 10%

Siang (12.00-14.00)                          = 30%

Snack sore (16.00)                            = 10%

Sore/malam (18.00-20.00)            = 25%

  1. Contoh menu 1 hari

Contoh men 1 hari yang mengandung energy 2300 kkal

waktu

makanan

waktu

makanan

Pagi

Nasi 150 gram

Telur mata sapi 50 gram

Kering tempe 50 gram

Sawi 50 gram

Taoge 50 gram

Bumbu pecel

Buah papaya 100 gram

 

 

Snack pagi

Kue lemper 1 buah

Juice melon 1 gelas

Snack sore

Kroket kentang 1 buah

Buah melon 100 gram

Siang

Nasi 300 gram

Ayam bumbu kecap 50 gram

Tahu goring 50 gram

Sup 3 warna

Wortel 40 gram

Buncis 30 gram

Bunga kol 30 gram

Sore/malam

Nasi 150 gram

Gurami asem manis 50 gram

Tempe mendoan 50 gram

Tumis kangkung 100 gram

Buah pisang 100 gram


NUTRISI ENTERAL

 

Standar Kompetensi

Melakukan Pemberian Nutrisi

 

Kompetensi dasar

Menunjukkan kemampuan memberikan makan peroral pada klien

 

Indicator

Nutrisi enteral disebutkan dan dijelaskan dengan benar

 

Tujuan pembelajaran

Setelah selesai mengikuti materi ini, siswa diharapkan mampu menyebutkan dan menjelaskan nutrisi enteral dengan benar

 

 

A.      PENGERTIAN

Pemberian nutrisi melalui saluran cerna (GIT) menggunakan selang/kateter khusus makanan yang diberikan berupa makanan cair

B.      TUJUAN

Nutrisi enteral mempunyai 2 tujuan yaitu

  1. Bersifat sebagai suplementasi

Bila pasien sebenarnya masih mampu makan peroral tetapi konsumsinya sangat rendah sehingga perlu dibantu dengan nutrisi enteral

  1. Bersifat sebagai terapi

Bila pasien sama sekali tidak dapat makan peroral sehingga pemenuhan nutrisinya hanya bias melalui enteral saja

C.      MANFAAT

  1. Mencegah atrofi mukosa usus
  2. Mempertahankan fungsi barrier/perlindungan usus
  3. Menghambat absorbsi toksin
  4. Mencegah translokasi bakteri
  5. Mempertahankan/memperbaiki imunitas usus
  6. Mengurangi infeksi

D.      INDIKASI PEMBERIAN

Nutrisi enteral diberikan kepada

  1. Pasien yang tidak memungkinkan makan melalui oral
  2. Menderita gangguan kesadaran sampai disfagia berat
  3. Terpasang pipa endotrakeal
  4. Terdapat kelainan di orofaring/esophagus dang aster
  5. Gangguan psikologi berat (ex drepresi berat/anoreksia nervosa)

E.       KONTRAINDIKASI

  1. Obstruksi saluran pencernaan karena perdarahan (bleeding)
  2. Muntah (vomiting)/diare yang berkepanjangan
  3. Peritonitis/ileus

F.       MACAM-MACAM NUTRISI ENTERAL

Penggolongan nutrisi enteral berdasarkan cara masuk dan posisi ujung pipa

  1. Masuk melalui hidung

a.       Naso Gastric Tube (NGT)

b.       Naso Dudenal Tube (NDT)

c.       Naso Jejunal Tube (NJT)

  1. Masuk melalui operasi pemasangan pipa

a.       Percutaneous endoscopic gastrostomy (PEG)

b.       Percutaneous endoscopic jejunostomy (PEJ)

G.      JENIS FORMULA YANG DIGUNAKAN

  1. Formula HomeMade/Hospital Made
  2. Formula komersial

Perbedaan formula Home Made dengan Formula komersial

INDIKATOR

FORMULA RS

FORMULA KOMERSIAL

Contoh Formula

Formula F (F75, F100, F135) Modisco, sari buah

Entresol, diabetasol, peptisol, hepatosol, sustacal, formula BBLR

Kandungan Gizi

Terbatas untuk pemenuhan energy

Kandungan vitamin dan mineral kurang

Intake rata-rata < 1000 kkal/hr

E, KH, P, L mudah disesuaikan

Ada tambahan vit makro dan mikro mineral

Intake rata-rata 1500 kkal/hr

Rasa

Kebanyakan tidak disukai

Disukai karena bermacam-macam rasanya

Volume/porsi

Besar

kecil

Resiko

Resiko besar sering menimbulkan mual, kembung diare

Resiko kecil

higienitas

Kurang terjamin

Kemungkinan kontaminasi dan resiko basi tinggi

Lebih terjamin

Kemungkinan kontaminasi dan resiko basi rendah

kepraktisan

Dibuat 2-3 kali/hari dan perlu pemanasan

Tidak dapat diberikan sewaktu-waktu

 

Bila salah pembuatan dirumah ketika pasien pulang bias mengakibatkan malnutrisi

Dapat disajikan setiap saat

 

Mudah diberikan terutama saat di rumah

harga

Murah

mahal

 

 

H.      CARA PEMBERIAN FORMULA ENTERAL

  1. Bolus

Memasukkan nutrisi enteral 500 cc ke dalam lambung di atas 5- 20 menit dengan menggunakan pipa besar

  1. Continous drip infusion

Memasukkan nutrisi enteral ke GIT dengan menggunakan pipa selama 24 jam

  1. Intermittent drip feeding

Memasukkan nutrisi enteral dalam beberapa kali pemberaian/hari volume kecil dan perlahan dengan menggunakan pipa kecil

I.         KOMPLIKASI PEMBERIAN FORMULA ENTERAL

  1. Komplikasi mekanik, penyumbatan pipa
  2. Komplikasi kimiawi, osmolaritas terlalu tinggi, komposisi kimiawi terlalu tinggi
  3. Komplikasi bakteriologi, resiko formula busuk, disimpan pada suhu kamar/ ruang kemasan tertutup bias tahan < 4 jam, disimpan pada suhu ruang berAC/refrigerator kemasan tertutup tahan  < 8 jam, setelah kemasan dibuka tahan <1 jam

 

J.        KOMPOSISI FORMULA ENTERAL

  1. Karbohidrat 40-90% dari total energy
  2. Protein 4-32% dari total energy
  3. Lemak 1,5-55% dari total energy
  4. Vitamin mineral elektrolit sesuai dengan angka kecukupan Gizi (AKG)
  5. Cairan 30-35 cc/kgBB

K.       CONTOH FORMULA ENTERAL

Formula  F

Bahan

F75

F100

F135

Susu serbuk skim (g)

25

85

90

Gula pasir

100

50

65

Minyak sayur

30

60

75

Larutan elektrolit

20

20

27

Tambahan air

1000

1000

1000

 

Modisco

Modisco 1/2

Modisco 1

Modisco II

Modisco III

Susu skim 10 g

Gula pasir 5 g

Minyak kelapa 2,5 g

Susu skim 10 g

Gula pasir 5 g

Minyak kelapa 5 gr

Susu skim 10 g

Gula pasir 5 g

Margarin 5 g

Full cream 12 g atau susu segar 100 gr

Gula pasir 7,5 g

Margarin 5 g

Energy 80 kkal

Energy 100 kkal

Energy 100 kkal

Energy 130 kkal

 

L.       CONTOH WAKTU PEMBERIAN

Pemberian formula enteral dalam 1 hari

Pagi                                : formula F100 150 ml

Snack (pk.10.00)       : proten 35 gr 150 ml

Siang                             : Formula F100 150 ml

Snack (pk 16.00)        : proten 35 gr 150 ml

Malam                          : Formula F 100 150 ml

Snack (pk 21.00)        : proten 35 gr 150 ml

 


BAB 2

 
      STANDAR DIET RUMAH SAKIT

 

Standar Kompetensi

Melakukan Pemberian Nutrisi

 

Kompetensi dasar

Menunjukkan kemampuan memberikan makan peroral pada klien

 

Indicator

1.       Pengertian dan macam-macam diet disebutkan dan dijelaskan dengan benar

2.       Pengertian, tujuan, syarat, indikasi pemberian dan makanan yang tidak dianjurkan pada diet biasa, diet lunak, diet saring dan diet cair dapat disebutkan dan dijelaskan dengan benar

3.       Pengertian diet khusus dapat dijelaskan dengan benar

 

Tujuan pembelajaran

Setelah selesai mengikuti materi ini, siswa diharapkan mampu :

1.       Menyebutkan dan menjelaskan pengertian dan macam-macam diet dengan benar

2.       Menyebutkan dan menjelaskan pengertian, tujuan, syarat, indikasi pemberian dan makanan yang tidak dianjurkan pada diet biasa, diet lunak, diet saring, dan diet cair dengan benar

3.       Menjelaskan pengertian diet khusus dengan benar

 

I.                    DIET

  1. PENGERTIAN DIET

Diet adalah pengaturan pola makan yang meliputi kebiasaan dalam hal waktu makan, jumlah dan jenis makanan/minuman yang dikonsumsi seseorang.

  1. MACAM-MACAM DIET

Diet secara garis besar digolongkan menjadi 3 macam:

1.       Diet Parenteral (infus)

Diet ini diberikan secara cepat dengan tujuan untuk memenuhi nutrisi secara cepat pula. Makanan/cairan yang diberikan melalui infus berarti langsung masuk ke dalam vena dan zat gizi pada makanan (cairan infus) tersebut tidak perlu melalui proses pencernaan karena sudah siap untuk digunakan.

Komposisinya sangat sederhana, hanya terdiri dari satu atau dua macam zat gizi, contohnya

Larutan karbohidrat D5, D10, D20

Larutan Elektrolit NS, N/1

Larutan Karbohidrat dan elektrolit N/1-D5, N/1-D10

2.       Diet enteral (sonde)

Diet yang diberikan melewati saluran cerna, akan tetapi cara memasukkannya tidak melalui mulut. Cara masuknya bisanya menggunakan selang yang dilewatkan pada hidung atau dengan jalan pembedahan rongga peritoneum (perut). Bentuk makanan yang diberikan biasanya cair.

3.       Diet oral (mulut)

Diet yang diberikan melewati saluran cerna dan cara memasukkannya melalui mulut dengan cara makan atau minum

 

II.                   STANDAR DIET DI RUMAH SAKIT

Diet yang biasa digunakan dirumah sakit meliputi diet umum dan khusus

A.      Diet Umum

Diet yang penggolongannya berdasrkan bentuk makanan dan daya terima pasien terhadap makanan tersebut.

Diet umum terbagi menjadi:

1.       Diet Biasa

·         Tujuan diet

Memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh

·         Syarat diet

·         Energy sesuai kebutuhan

·         Protein 10-15% dari kebutuhan energy total

·         Lemak 10-25% dari kebutuhan energy total

·         Karbohidrat 60-75% dari kebutuhan energy total

·         Cukup mineral, vitamin, dan kaya serat

·         Makanan tidak merangsang saluran cerna

·         Makanan yang digunakan adalah seperti makanan sehari-hari, beraneka ragam dan bervariasi jenisnya

·         Indikasi pemberian

Makanan biasa diberikan pada pasien yang tidak memerlukan diet khusus berhubungan dengan penyakitnya

·         Makanan yang tidak dianjurkan

Makanan yang merangsang saluran pencernaan, seperti makanan yang berlemak tinggi, terlalu manis, berbumbu tajam, dan minuman dan makanan yang mengandung alkohol

·         Contoh makanan pada diet biasa

Nasi putih, ayam goring crispi, tumis sayur, tahu bacem goreng

2.       Diet lunak

·         Tujuan Diet

Memberikan makanan dalam bentuk lunak yang mudah ditelan dan dicerna sesuai kebutuhan gizi dan keadaan penyakit

·         Syarat diet

·         Energy, protein, dan zat gizi lain cukup

·         Makanan diberikan dalam bentuk cincang atau lunak

·         Sesuai dengan keadaan penyakit dan kemampuan makan pasien

·         Makanan diberikan dalam porsi sedang, yaitu 3 kali makan lengkap dan 2 kali selingan

·         Makanan mudah cerna, rendah serat dan tidak mengandung bumbu yang tajam

·         Indikasi pemberian

·         Pasien sesudah operasi tertentu

·         Pasien dengan penyakit infeksi dengan kenaikan suhu tubuh

·         Pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan

·         Sebagai perpindahan dari makanan sering ke makanan biasa

·         Makanan yang tidak dianjurkan

·         Sumber karbohidrat

Nasi goring, beras ketan, ubi

·         Sumber protein hewani

Daging dan ayam berlemak dan berurat banyak, telur digoreng, ikan banyak duri seperti bandeng, selar

·         Sumber protein nabati

Tempe, tahu dan kacang-kacangan digoreng, kacang tanah, kacang mede

·         Sayuran

Sayuran banyak serat seperti daun singkong, daun katuk daun mlinjo, nangka muda, rebung.

Sayuran yang menimbulkan gas seperti kol, sawi, lobak sayuran mentah

·         Buah

Buah banyak serat dan menimbulkan gas seperti jambu biji, nanas, nangka masak, durian dan buah kering

·         Bumbu

Cabe, merica, terasi, dan penyedap yang mengandung vitsin

·         Minuman

Minuman yang beralkohol dan soda seperti bir, wiski, air soda, the, dan kopi kental

·         Selingan/snack

Kue kacang, kue kenari, buah kering, kue terlalu manis dan berlemak, kripik dan snack yang terlalu gurih

·         Contoh makanan pada diet lunak

Nasi tim, bubur beras, cah wortel, tahu dan tempe bacem tanpa digoreng, rolade daging, telur pindang

3.       Diet saring/Blenderize

·         Tujuan diet

Memberikan makanan dalam bentuk semi padat sejumlah yang mendekati kebutuhan gizi pasien untuk jangka waktu pendek sebagai proses adaptasi terhadap bentuk makanan yang lebih padat

·         Syarat diet

·         Hanya diberikan untuk jangka waktu singkat selama 1-3 hari karena kurang memenuhi kebutuhan gizi, terutama energy dan tiamin

·         Rendah serat

·         Diberikan dalam bentuk disaring atau diblender

·         Diberikan dalam porsi kecil dan sering yaitu 6-8 kali sehari

·         Indikasi pemberian

·         Pasien sesudah mengalami operasi tertentu

·         Pada infeksi akut termasuk infeksi saluran cerna

·         Pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan

·         Sebagai perpindahan dari makanan cair kental ke makanan lunak

·         Makanan yang tidak dianjurkan

·         Sumber karbohidrat, beras ketan, jagung, ubi, singkong, terigu

·         Sumber protein hewani Daging dan ayam berlemak dan berurat banyak, makanan hewani yang digoreng dan diawetkan, ikan banyak duri seperti bandeng, selar

·         Sumber protein nabati

Tempe, tahu dan kacang-kacangan digoreng, kacang tanah, kacang mede

·         Sayuran

Sayuran mentah

Sayuran banyak serat seperti daun singkong, daun katuk, daun katuk daun mlinjo, nangka muda, rebung.

Sayuran yang menimbulkan gas seperti kol, sawi, lobak sayuran mentah

·         Buah

Buah banyak serat dan menimbulkan gas seperti jambu biji, nanas, nangka masak, durian dan buah kering

·         Bumbu

Cabe, merica, terasi, dan penyedap yang mengandung vitsin

·         Minuman

Minuman yang beralkohol dan soda seperti bir, wiski, air soda, the, dan kopi kental

·         Contoh makanan pada diet saring

Bubur susu, bubur sumsum cair tanpa gula, tim blender

4.       Diet Cair (keruh/penuh dan jernih)

a.       Diet cair keruh/penuh

·         Sifat diet

·         Cair pada suhu ruang

·         Kandungan serat sangat sedikit

·         Tidak tembus pandang jika diletakkan dalam wadah bening

·         Diberikan melalui oral atau NGT secara bolus atau drip (tetes)

·         Produk tersedia yaitu komersial (buatan pabrik) dan buatan rumah sakit

·         Tujuan diet

·         Memenuhi kebutuhan gizi

·         Meringankan kerja saluran cerna

·         Syarat diet

·         Tidak merangsang saluran cerna

·         Kandungan energy minimal 1 kal/ml

·         Diberikan sesuai kondisi pasien, misalkan rendah laktosa, protein terhidrolisasi

·         Osmolaritas rendah yaitu kurang dari 400 ml

·         Indikasi pemberian

·         Pasien dengan gangguan mengunyah, menelan atau mencerna makanan padat, misalnya pada operasi mulut atau tenggorokan kesadaran menurun

·         Contoh makanan pada diet cair keruh/penuh

a.       Buatan rumah sakit

·         Formula 75

·         Formula 100

·         Formula 135

·         Formula rendah laktosa (LLM)

b.       Buatan pabrik (komersial)

Entresol, diabetasol, peptisol, hepatosol, glucerna

b.       Diet cair jernih

·         Sifat diet

Cair pada suhu ruang

Kandungan serat sangat sedikit

Tembus pandang jika diletakkan dalam wadah bening

Diberikan melalui oral atau NGT secara bolus atau drip (tetes)

·         Tujuan diet

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Mencegah dehidrasi

·         Syarat diet

Hanya terdiri dari sumber karbohidrat

Tidak merangsang saluran cerna

Mudah diserap

Sangat rendah sisa (residu)

Diberikan hanya 1-2 hari

Diberikan dalam porsi kecil dan sering

·         Indikasi pemberian

Pasien sebelum dan sesudah operasi tertentu missal post op hemoroid, op apendik, op. salurna cerna

·         Contoh makanan pada diet cair jernih

Teh, sirup, sari buah, kaldu, air gula

B.      Diet Khusus

Diet yang penggolongannya berdasarkan penyakit yang diderita oleh pasien, contohnya diet penderita diabetes mellitus, diet penderita hipertensi

 

 

Komentar