- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI
A. Anatomi
Fisiologi Sistem Pencernaan
Sistem Pencernaan
Saluran cerna ( traktus
gastrointestinal )
1.
Mulut
2.
Pharinx
3.
Esophagus
4.
Gaster (Lambung)
5.
Usus Halus
·
Duodenum ( usus dua belas jari )
·
Jejenum ( usus kosong )
·
Ileum ( usus penyerapan )
6.
Usus Besar
·
Colon senden
·
Colon transversum
·
Colon desenden
·
Colon sigmoid
7.
Rektum
8.
Anus
Organ-organ assesoris / tambahan
1)
Gigi
2.
Lidah
3.
Kelenjar ludah
4.
Hati
5.
Kandung Empedu
6.
Pankreas
B. Fungsi
Sistem Pencernaan
a.
Menerima nutrient (proses menelan/ingesti)
b.
Menghancurkan nutrient dalam bentuk molekul-molekul
kecil untuk mencapai dan memasuki aliran darah (proses pencernaan/digesti)
c.
Memungkinkan molekul-molekul tadi untuk memasuki aliran
darah (proses penyerapan/absorbsi sehingga dapat dikirimkan keseluruh jaringan.
Dimana semua proses tersebut dikoordinasi oleh gerakan otot halus dan
sekresi saluran pencernaan.
C. Proses
Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
1.
Ingesti
·
Memasukkan makanan kedalam rongga mulut
·
Memotong makanan menjadi potongan-potongan yang
halus (proses pengunyahan).
·
Membasahi makanan dengan sekresi kelenjar
salivarius/ kelenjar ludah
·
Menelan makanan (deglutition)
2.
Digesti
Makanan yang telah ditelan didorong
oleh gerakan propulsive (pendorongan) melewati oropharynx dan esophagus menuju
lambung untuk diproses lebih lanjut oleh enzim pencernaan dan asam lambung,
meliputi :
·
Tepung dipecah menjadi monosakarida oleh enzim
amylase
·
Protei dipecah menjadi dipeptida dan asam amino
oleh enzim pepsin dan trypsin
·
Lemak dipecah menjadi monogliserida dan asam
lemak bebas oleh enzim lipase dan esterase
3.
Absorbsi
Penyerapan monosakarida seperti
glukosa, asam amino dan monogliseri asam-asam lemak, air, bikarbonat, dan
kalsium dari lumen gastrointestinal ke aliran darah atau limfe
4.
Defekasi
Pengeluaran
sisa makanan yang tidak dicerna oleh tubuh melalui anus dalam bentuk feces.
D.
Hormon-Hormon Terkait dengan Kebutuhan Nutrisi
1. Hormon
Insulin
Insulin
adalah hormon yang mengatur pusat untuk metabolisme karbohidrat dan lemak dalam
tubuh. Insulin menyebabkan sel-sel di hati, otot, dan jaringan lemak untuk
mengambil glukosa dari darah, menyimpannya sebagai glikogen di hati dan otot.
2.
Hormon Glukagon
Glukagon adalah suatu
hormon yang dikeluarkan oleh pankreas, meningkatkan kadar glukosa darah.
Glukosa
disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen, yang merupakan pati-seperti polimer
rantai terdiri dari molekul glukosa. Sel-sel hati (hepatosit) memiliki reseptor
glukagon. Ketika glukagon mengikat pada reseptor glukagon, sel-sel hati
mengubah glikogen menjadi polimer molekul glukosa individu, dan melepaskan
mereka ke dalam aliran darah, dalam proses yang dikenal sebagai glikogenolisis.
Seperti toko-toko menjadi habis, glukagon kemudian mendorong hati untuk
mensintesis glukosa tambahan oleh glukoneogenesis. Glukagon mematikan
glikolisis di hati, menyebabkan intermediet glikolisis akan suhuuttled untuk
glukoneogenesis.
Fungsi molekul reseptor yang
mengikat :
• Aktivitas hormon
• glukagon reseptor yang mengikat
Komponen seluler
• ekstraseluler wilayah
• ekstraseluler wilayah
• ruang ekstraseluler
• fraksi larut
• sitoplasma
• membran plasma
• membran plasma
Proses biologis
• proses metabolisme cadangan energi
• sinyal transduksi
• G-protein reseptor ditambah protein signaling jalur
• G-protein signaling, ditambah dengan utusan cAMP kedua
nukleotida
• perilaku makan
• proliferasi sel
• negatif pengaturan nafsu makan
• regulasi sekresi insulin
• seluler respon terhadap stimulus glucagon
3. Hormon
Pertumbuhan (Growth Hormone)
Hormon
pertumbuhan (GH) adalah hormon peptida yang merangsang pertumbuhan, reproduksi
sel dan regenerasi pada manusia dan hewan lainnya.
Hormon
pertumbuhan adalah asam 191-amino rantai polipeptida tunggal yang disintesis,
disimpan, dan disekresi oleh sel-sel somatotroph dalam sayap lateral kelenjar
hipofisis anterior. Somatotropin (STH) mengacu pada hormon pertumbuhan 1
diproduksi secara alami dalam hewan, sedangkan somatropin merujuk pada hormon
pertumbuhan yang diproduksi oleh teknologi DNA rekombinan.
E. Jenis-jenis Nutrisi
1)
MAKRONUTRIEN
Makronutrien adalah golongan makanan yang dibutuhkan dalam
jumlah banyak.
a.
Karbohidrat
Contohnya : Nasi, jagung, tepung, singkong, ubi, kentang,
sagu, selulosa dll.
Fungsi karbohidrat bagi tubuh adalah sebagai berikut :
þ
Sumber energi
þ
Menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh
þ
Bahan pembentuk sel sel tubuh.
b.
Protein
o Protein
Hewani
Contoh : Ikan, daging, susu, telur,
larva tawon dan serangga.
o Protein
Nabati
Contoh : Kacang – kacangan
Fungsi
protein bagi tubuh adalah sebagai berikut :
þ
Bahan atau zat pembangun sel – sel tubuh
mengganti bagian sel tubuh yang usang ,
þ
Bahan pembuatan enzim, hormon, dan pigmen.
þ
Kekurangan protein dapat menyebabkan penyakit
busung lapar.
c. Lemak
Contohnya
:Daging, telur, susu, ikan, kedelai, kacang tanah, mentega dan kelapa.
Fungsi lemak
bagi tubuh adalah sebagai berikut :
þ
Sumber energi,
þ
Pembawa zat – zat makanan esensial,
þ
Pelarut vitamin A,D,E dan K.
þ
Melindungi alat alat tubuh dari kedinginan.
2)
MIKRONUTRIEN
Mikronutrien
adalah golongan makanan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit.
a.
Garam Mineral
Fungsi garam mineral untuk mengatur tekanan cairan tubuh dan
bahan pembangun.
Unsur pembentuk garam mineral ada 2 macam, yaitu :
þ Makroelemen
(dibutuhkan dalam jumlah banyak)
Contoh : Natrium (Na), Kalium (K),
Kalsium (Ca), dll.
þ Mikroelemen
(dibutuhkan dalam jumlah sedikit)
Contoh : Besi (Fe), Tembaga (Cu),
Jodium (J), dll.
þ Kekurangan
salah satu unsur tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh.
b.
Vitamin
Fungsi utama vitamin adalah menjaga kesehatan tubuh kita.
Vitamin ada 2 macam, yaitu :
þ
Vitamin yang larut dalam air
Contoh : Vitamin C, vitamin H atau Biotin, vitamin M atau
Asam Folat.
þ
Vitamin yang larut dalam lemak
Contoh : Vitamin A, vitamin D, vitamin E dan vitamin K.
Kekurangan vitamin mengakibatkan fungsi tubuh menjadi
tidak normal.
c. AIR
Air sangat
berperan penting bagi manusia. Tanpa air, manusia akan mati dalam beberapa
hari.
Fungsi air
pada tubuh adalah sebagai berikut :
þ
Absorpsi, transportasi, dan pencernaan makanan.
þ
Ekskresi sisa metabolisme.
þ
Regulasi suhu tubuh.
þ
Enzim tidak dapat berfungsi jika tidak ada air.
F. Tanda
dan gejala Kecukupan Nutrisi
Tanda dan gejala kecukupan nutrisi
seseorang data dilihat pada :
a.
Penampilan umum
Tanda dari nutrisi yang baik yang dapat dilihat dari
penampilan umumnya adalah responsive. Gejala yang dapat dilihat jjika nutrisi
yang kurang baik adalah lesu.
b.
Postur
Tanda nutrisi yang baik dapat lihat dari postur yang tegak,
lengan dan tungkai lurus.Gejala yang timbul jika nutrisi kurang baik adalah
bahu kendur, dada cekung dan punggung bungkuk.
c.
Otot
Tanda yang dapat dilihat jika nutrisi terpenuhi dengan baik
adalah otot berkembang dengan baik, kuat, da terdapat lemak dibawah kulit.
Sedangkan gejala yang dapat dilihat jika kecukupan nutrisi
buruk adalah penampilan lemah, sering merasa nyeri dan edema.
d.
Kontrol system saraf
Seseorang yang memiliki nutrisi yang baik dapat dilihat
kurang iritabilitas atau kelelahan dan memiliki kestabilan psikologis.
Gejala yang timbul jika nutrisi kecukupan nutrisi krang baik
adalah iritabilitas, bingung, tangan dan kaki terasa terbakar dan kesemutan.
e.
Fungsi kardiovaskuler
Tanda : laju denyut dan irama jntung normal, tekanan darah
normal.
Gejala : laju denyut janung cepat (di atas 100
kali/menit),irama tidak normal dan tekanan darah meningkat.
f.
Vitalitas umum
Tanda : bertenaga, penampilan kuat
Gejala : mudah lelah, kurang energy, mudah tertidur dan mudah
capek
g.
Rambut
Tanda kecukupan nutrisi baik: rambut berkilau, kuat, kulit
kepala sehat.
Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : rambut kusam, kusut,
kering, tipis dan kasar, mudah rontok.
h.
Kulit
Tanda kecukupan nutrisi yang baik : kulit halus dan sedikit
lembab dengan warna baik.
Gejala yang dapat dilihat jika nutrisi tidak baik : kasar,
kering, bersisik, pucat.
i.
Wajah dan leher
Tanda kecukupan nutrisi yang baik : warna merata, halus, penampilan
sehat.
Gejala yang dapat dilihat jika nutrisi buruk : wajah
berminyak, bersisik, kulit gelap di pipi dan dibawah mata, wajah kasar
disekitar hidung dan mulut.
j.
Bibir
Tanda kecukupan nutrisi yang baik : halus, penampilan lembab
(tidak pecah-pecah atau bengkak).
Gejala jika nutrisi buruk : kering, lesi angular pada sudut
mulut.
k.
Gusi
Tanda jika kecukupan nutrisi baik : warna merah muda, tidak
bengkak atau berdarah.
Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : gusi bengkak dan mudah
berdarah.
l.
Lidah
Tanda jika kecukupan nutrisi baik : warna merah muda, halus.
Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : penampilan bengkak, kasar, warna daging.
m. Gigi
Tanda jika kecukupan nutrisi baik : gigi tidak berlubang dan
nyeri.
Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : penampilan salah
posisi.
n.
Mata
Tanda jika kecukupan nutrisi baik : mata terang, jernih,
penampilan bersinar
Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : kekeringan membrane
mata, kemerahan, kering.
o.
Kuku
Tanda jika kecukupan nutrisi baik : penampilan keras, merah
muda
Gejala jika kecukupan nutrisi buruk : kuku mudah patah.
p.
Kaki atau tungkai
Tanda jika kecukupan nutrisi baik : tidak nyeri, lemah, dan
bengkak.
Gejala jika kecukupan nutrisi tidak baik : edema betis,
kesemutan dan lemah.
G. Prosedur Membantu Pasien Makan dan Minum
a. Persiapan Pasien dan Sikap
Persiapan Pasien :
þ Memperkenalkan
diri kepada pasien
þ
Jelaskan kepada pasien tentang tujuan dan
prosedur pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan
þ
Menanyakan kesediaan pasien
Sikap :
þ
Tidak tergesa-gesa, ramah, emmaklumi keadaan pasien
þ
Dorong pasien agar makan dengan cukup
b. Persiapan Lingkungan
Menjaga
privasi pasien dengan cara:
þ
Menutup pintu
þ
Menutup jendela
þ
Memasang sampiran/sketsel
þ
Mempersilakan pengunjung untuk menunggu di luar
c. Persiapan Alat
1) Piring
2) Gelas
3) Alas dan tutupgelas
4) Sendok
5) Garpu
6) Mangkuk sayur
7) Mangkuk lauk
8) Baki
9) Serbet/tisu
d. Prosedur Pelaksanaan
1)
Cuci tangan
2)
Hidangkan makanan di atas meja pasien
3)
Mencocokkan makanan sesuai dengan daftar diet
4)
Bantu pasien mengambil posisi Yana nyaman
5)
Letakkan serbet di abah dagu pasien
6)
Beri kesempatan pasien untuk berdoa
7)
Menyanyakan kepada pasien apakah mau minum terlebih
dahulu sebelum makan
8)
Tanyakan kepada pasien apakah lauk dan sayur boleh
dicampur dengan nasi/tim
9)
Siapkan makanan dengan porsi sedang,jaman tergesa-gesa,
tunggu sampai makanan habis atau sampai pasien merasa kenyang
10)
Beri minum secukupnya
11)
Setelah selesai, bantu pasien membersihkan mulutnya
dengan serbet
12)
Kembalikan la;St pada tempatnya
13)
Catat jenis dan jumlah makanan yang dihabiskan
14)
Cuci tangan
15)
Mendokumentasikan hasil tindakan
e. Evaluasi
1)
Menanyakan perasaan pasien setelah selesai makan
2)
Lihat reaksi pasien saat makan, apakah ada masalah saat
menelan makanan
3)
Tanyakan kepada pasien apakah sudah cukup kenyang
GIZI SEIMBANG
|
Standar Kompetensi |
Melakukan
Pemberian Nutrisi |
|
Kompetensi dasar |
Menunjukkan
kemampuan memberikan makan peroral pada klien |
|
indikator |
Konsep dasar
nutrisi seimbang disebutkan dan dijelaskan dengan benar |
|
Tujuan
pembelajaran |
Setelah selesai
mengikuti materi ini, siswa diharapkan mampu menyebutkan dan menjelaskan
konsep dasar nutrisi seimbang dengan benar |
I.
PEDOMAN
GIZI SEIMBANG
- Konsep 4 sehat 5 sempurna
Tahun
1950 bapak ilmu gizi, prof DR dr Poorwo Soedarmo memperkenalkan 4 sehat 5
sempurna melalui lembaga makanan rakyat Depkes dalam rangka melancarkan gerakan
sadar gizi. Isi 4 sehat 5 sempurna yaitu:
1. Makanan
pokok berfungsi memberikan rasa kenyang
2. Sayur
berfungsi memberi rasa segar dan memperlancar proses menelan
3. Lauk
pauk berfungsi memberi rasa enak
4. Buah
berfungsi mencuci mulut
5. Susu
berfungsi sebagai penyempurna
- Penyempurnaan 4 sehat 5 sempurna menjadi pedoman umum gizi
seimbang (PUGS)
Perbedaan dan persamaan 4S5S dengan PUGS
|
KRITERIA |
4S5S |
PUGS |
|
persamaan |
Dalam makanan sehari-hari harus memuat sumber
energy, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur |
Dalam makanan sehari-hari harus memuat sumber
energy, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur |
|
Perbedaan |
tidak terdapat takaran yang jelas |
Terdapat pedoman berupa takaran berapa banyak kita
harus mengkonsumsi sumber energy, sumber zat pembangun, dan sumber zat
pengatur |
- KONSEP PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG (PUGS)
Pedoman
umum gizi seimbang (PUGS) memuat pedoman yang seimbang bagaimana seorang
manusia memenuhi kebutuhan gizinya sehari-hari. Isi dari PUGS adalah:
1. Makanlah
aneka ragam makanan
2. Makanlah
makanan untuk memenuhi kecukupan energy
3. Makanlah
makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energy
4. Batasi
konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energy
5. Gunakan
garam beryodium
6. Makanlah
makanan sumber zat gizi
7. Berikan
ASI saja kepada bayi hingga usia 6 bulan
8. Biasakan
makan pagi
9. Minumlah
air bersih, aman yang cukup jumlahnya
10. Lakukan
kegiatan fisik dan olahraga secara teratur
11. Hindari
minum minuman beralkohol
12. Makanlah
makanan yang aman bagi kesehatan
13. Bacalah
label pada makanan yang dikemas
Tiga
belas pesan PUGS tersebut secara jelas menggambarkan porsi/takaran makanan yang
harus kita konsumsi, seperti yang tercantum pada piramida di bawah ini

II.
PENGATURAN
POLA MAKAN
- Menghitung kebutuhan energy dan zat gizi
Kebutuhan
energy 1 hari seseorang dipengaruhi oleh kebutuhan energy basal (AMB) factor
aktivitas dan factor stress
|
Kebutuhan
energy basal (AMB) seseorang sehari bias dihitung dengan menggunakan beberapa
cara:
1. Rumus
Harris Benedict
Laki-laki = 66,5 + (13,7 x BB) +
(5 x TB) – (6,8 x U)
Perempuan = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB)
– (4,7 x U)
Keterangan:
BB
= Berat badan dalam Kg
TB
= Tinggi badan dalam cm
U =
usia dalam tahun
2. Cara
cepat (1)
Laki-laki =
1 kkal x BB kg x 24 jam
Perempuan = 0,95 kkal x BB kg x 24 jam
3. Cara
cepat (2)
Laki-laki = 30 kkal x BB kg
Perempuan = 25 kkal x BB kg
Faktor Aktivitas
1,05 = total bed rest 1,3 = aktivitas ringan
1,1 = mobilisasi di tempat tidur 1,4 =
aktivitas sedang
1,2 = jalan disekitar kamar 1,5 = aktivitas berat
Factor stress
1,1
– 1,2 = gagal jantung 1,5 = gagal hati, kanker
1,13 = kenaikan suhu 1⁰C 1,5-1,8 = sepsis
1,15
– 1,35 = trauma skeletal 1,1-1,5== pasca
bedah elektif
1,35
– 1,55 = trauma multiple
Kebutuhan Zat Gizi
Kebutuhan
karbohidart normal 60-75 % dari kebutuhan energy total
Kebutuhan
lemak normal 10-25% dari kebutuhan energy total
Kebutuhan
protein normal 10-15% dari kebutuhan energy total
- Anjuran jumlah porsi sehari menurut kecukupan energy
Setelah
mengetahui kebutuhan energy dalam sehari, maka akan dikonferensikan ke dalam
jumlah porsi yang sesuai dengan besar energinya. Porsi yang dimaksudkan bias
dilihat pada table di bawah ini
Tabel
5 anjuran porsi sehari menurut kecukupan Energi
|
Kecukupan Energi (kkal) |
Jumlah porsi bahan makanan (P) |
||||||
|
MP |
LN |
LH |
S |
B |
gula |
minyak |
|
|
1300 |
3 |
3 |
2 |
2 |
3 |
0 |
3 |
|
1500 |
3,5 |
3 |
2 |
3 |
3 |
2 |
4 |
|
1700 |
4 |
3 |
2 |
3 |
4 |
2 |
5 |
|
1900 |
4,5 |
3 |
2,5 |
3 |
4 |
2 |
5 |
|
2100 |
5 |
3 |
3 |
3 |
4 |
2 |
6 |
|
2300 |
6 |
3 |
3 |
3 |
4 |
2 |
6 |
|
2500 |
7 |
3 |
3 |
3 |
4 |
2 |
6 |
|
2800 |
8 |
3 |
3 |
3 |
5 |
2 |
7 |
Keterangan:
MP (Makanan pokok) 1
porsi = 100 gr (1
centong sedang)
LN (Lauk Nabati) 1 porsi
= 50 gr (1 potong sedang)
LH (Lauk Hewan) 1 porsi
= 50 gr (1 potong sedang)
S (sayur) 1 porsi
= 100 gr (1 mangkuk kecil)
B (buah) 1 porsi
= 100 gr (1 potong besar)
gula 1 porsi
= 10 gram (1 sdm peres)
Minyak 1 porsi
= 5 gram (1 sdm)
- Pembagian Porsi Makan
Pagi
(06.00-08.00) =
25%
Snack
Pagi (10.00) =
10%
Siang
(12.00-14.00) =
30%
Snack
sore (16.00) =
10%
Sore/malam
(18.00-20.00) = 25%
- Contoh menu 1 hari
Contoh men 1 hari yang mengandung energy
2300 kkal
|
waktu |
makanan |
waktu |
makanan |
|
Pagi |
Nasi 150 gram Telur mata sapi 50 gram Kering tempe 50 gram Sawi 50 gram Taoge 50 gram Bumbu pecel Buah papaya 100 gram |
|
|
|
Snack pagi |
Kue lemper 1 buah Juice melon 1 gelas |
Snack sore |
Kroket kentang 1 buah Buah melon 100 gram |
|
Siang |
Nasi 300 gram Ayam bumbu kecap 50 gram Tahu goring 50 gram Sup 3 warna Wortel 40 gram Buncis 30 gram Bunga kol 30 gram |
Sore/malam |
Nasi 150 gram Gurami asem manis 50 gram Tempe mendoan 50 gram Tumis kangkung 100 gram Buah pisang 100 gram |
NUTRISI ENTERAL
|
Standar Kompetensi |
Melakukan
Pemberian Nutrisi |
|
Kompetensi dasar |
Menunjukkan
kemampuan memberikan makan peroral pada klien |
|
Indicator |
Nutrisi enteral
disebutkan dan dijelaskan dengan benar |
|
Tujuan
pembelajaran |
Setelah selesai
mengikuti materi ini, siswa diharapkan mampu menyebutkan dan menjelaskan
nutrisi enteral dengan benar |
A.
PENGERTIAN
Pemberian
nutrisi melalui saluran cerna (GIT) menggunakan selang/kateter khusus makanan
yang diberikan berupa makanan cair
B.
TUJUAN
Nutrisi
enteral mempunyai 2 tujuan yaitu
- Bersifat sebagai
suplementasi
Bila
pasien sebenarnya masih mampu makan peroral tetapi konsumsinya sangat rendah
sehingga perlu dibantu dengan nutrisi enteral
- Bersifat sebagai
terapi
Bila
pasien sama sekali tidak dapat makan peroral sehingga pemenuhan nutrisinya
hanya bias melalui enteral saja
C.
MANFAAT
- Mencegah atrofi mukosa
usus
- Mempertahankan fungsi
barrier/perlindungan usus
- Menghambat absorbsi
toksin
- Mencegah translokasi
bakteri
- Mempertahankan/memperbaiki
imunitas usus
- Mengurangi infeksi
D.
INDIKASI
PEMBERIAN
Nutrisi
enteral diberikan kepada
- Pasien yang tidak
memungkinkan makan melalui oral
- Menderita gangguan
kesadaran sampai disfagia berat
- Terpasang pipa
endotrakeal
- Terdapat kelainan di
orofaring/esophagus dang aster
- Gangguan psikologi
berat (ex drepresi berat/anoreksia nervosa)
E.
KONTRAINDIKASI
- Obstruksi saluran
pencernaan karena perdarahan (bleeding)
- Muntah
(vomiting)/diare yang berkepanjangan
- Peritonitis/ileus
F. MACAM-MACAM NUTRISI ENTERAL
Penggolongan
nutrisi enteral berdasarkan cara masuk dan posisi ujung pipa
- Masuk melalui hidung
a. Naso
Gastric Tube (NGT)
b. Naso
Dudenal Tube (NDT)
c. Naso
Jejunal Tube (NJT)
- Masuk melalui operasi
pemasangan pipa
a. Percutaneous
endoscopic gastrostomy (PEG)
b. Percutaneous
endoscopic jejunostomy (PEJ)
G. JENIS FORMULA YANG DIGUNAKAN
- Formula
HomeMade/Hospital Made
- Formula komersial
Perbedaan
formula Home Made dengan Formula komersial
|
INDIKATOR |
FORMULA RS |
FORMULA
KOMERSIAL |
|
Contoh Formula |
Formula F (F75, F100, F135) Modisco, sari buah |
Entresol, diabetasol, peptisol, hepatosol,
sustacal, formula BBLR |
|
Kandungan Gizi |
Terbatas untuk pemenuhan energy Kandungan vitamin dan mineral kurang Intake rata-rata < 1000 kkal/hr |
E, KH, P, L mudah disesuaikan Ada tambahan vit makro dan mikro mineral Intake rata-rata 1500 kkal/hr |
|
Rasa |
Kebanyakan tidak disukai |
Disukai karena bermacam-macam rasanya |
|
Volume/porsi |
Besar |
kecil |
|
Resiko |
Resiko besar sering menimbulkan mual, kembung diare |
Resiko kecil |
|
higienitas |
Kurang terjamin Kemungkinan kontaminasi dan resiko basi tinggi |
Lebih terjamin Kemungkinan kontaminasi dan resiko basi rendah |
|
kepraktisan |
Dibuat 2-3 kali/hari dan perlu pemanasan Tidak dapat diberikan sewaktu-waktu Bila salah pembuatan dirumah ketika pasien pulang
bias mengakibatkan malnutrisi |
Dapat disajikan setiap saat Mudah diberikan terutama saat di rumah |
|
harga |
Murah |
mahal |
H. CARA PEMBERIAN FORMULA ENTERAL
- Bolus
Memasukkan
nutrisi enteral 500 cc ke dalam lambung di atas 5- 20 menit dengan menggunakan
pipa besar
- Continous drip
infusion
Memasukkan
nutrisi enteral ke GIT dengan menggunakan pipa selama 24 jam
- Intermittent drip
feeding
Memasukkan
nutrisi enteral dalam beberapa kali pemberaian/hari volume kecil dan perlahan
dengan menggunakan pipa kecil
I.
KOMPLIKASI
PEMBERIAN FORMULA ENTERAL
- Komplikasi mekanik,
penyumbatan pipa
- Komplikasi kimiawi,
osmolaritas terlalu tinggi, komposisi kimiawi terlalu tinggi
- Komplikasi
bakteriologi, resiko formula busuk, disimpan pada suhu kamar/ ruang
kemasan tertutup bias tahan < 4 jam, disimpan pada suhu ruang berAC/refrigerator
kemasan tertutup tahan < 8 jam,
setelah kemasan dibuka tahan <1 jam
J.
KOMPOSISI
FORMULA ENTERAL
- Karbohidrat 40-90%
dari total energy
- Protein 4-32% dari
total energy
- Lemak 1,5-55% dari
total energy
- Vitamin mineral
elektrolit sesuai dengan angka kecukupan Gizi (AKG)
- Cairan 30-35 cc/kgBB
K. CONTOH FORMULA ENTERAL
Formula
F
|
Bahan |
F75 |
F100 |
F135 |
|
Susu serbuk skim (g) |
25 |
85 |
90 |
|
Gula pasir |
100 |
50 |
65 |
|
Minyak sayur |
30 |
60 |
75 |
|
Larutan elektrolit |
20 |
20 |
27 |
|
Tambahan air |
1000 |
1000 |
1000 |
Modisco
|
Modisco 1/2 |
Modisco 1 |
Modisco II |
Modisco III |
|
Susu skim 10 g Gula pasir 5 g Minyak kelapa 2,5 g |
Susu skim 10 g Gula pasir 5 g Minyak kelapa 5 gr |
Susu skim 10 g Gula pasir 5 g Margarin 5 g |
Full cream 12 g atau susu segar 100 gr Gula pasir 7,5 g Margarin 5 g |
|
Energy 80 kkal |
Energy 100 kkal |
Energy 100 kkal |
Energy 130 kkal |
L. CONTOH WAKTU PEMBERIAN
Pemberian
formula enteral dalam 1 hari
Pagi : formula F100
150 ml
Snack
(pk.10.00) : proten 35 gr 150 ml
Siang : Formula F100 150
ml
Snack
(pk 16.00) : proten 35 gr 150 ml
Malam : Formula F 100 150 ml
Snack
(pk 21.00) : proten 35 gr 150 ml
|
|
Standar Kompetensi |
Melakukan
Pemberian Nutrisi |
|
Kompetensi dasar |
Menunjukkan
kemampuan memberikan makan peroral pada klien |
|
Indicator |
1.
Pengertian dan
macam-macam diet disebutkan dan dijelaskan dengan benar 2.
Pengertian,
tujuan, syarat, indikasi pemberian dan makanan yang tidak dianjurkan pada
diet biasa, diet lunak, diet saring dan diet cair dapat disebutkan dan
dijelaskan dengan benar 3.
Pengertian diet
khusus dapat dijelaskan dengan benar |
|
Tujuan
pembelajaran |
Setelah selesai
mengikuti materi ini, siswa diharapkan mampu : 1.
Menyebutkan dan
menjelaskan pengertian dan macam-macam diet dengan benar 2.
Menyebutkan dan
menjelaskan pengertian, tujuan, syarat, indikasi pemberian dan makanan yang
tidak dianjurkan pada diet biasa, diet lunak, diet saring, dan diet cair
dengan benar 3.
Menjelaskan
pengertian diet khusus dengan benar |
I.
DIET
- PENGERTIAN DIET
Diet adalah pengaturan pola makan yang
meliputi kebiasaan dalam hal waktu makan, jumlah dan jenis makanan/minuman yang
dikonsumsi seseorang.
- MACAM-MACAM DIET
Diet
secara garis besar digolongkan menjadi 3 macam:
1. Diet
Parenteral (infus)
Diet
ini diberikan secara cepat dengan tujuan untuk memenuhi nutrisi secara cepat
pula. Makanan/cairan yang diberikan melalui infus berarti langsung masuk ke
dalam vena dan zat gizi pada makanan (cairan infus) tersebut tidak perlu
melalui proses pencernaan karena sudah siap untuk digunakan.
Komposisinya
sangat sederhana, hanya terdiri dari satu atau dua macam zat gizi, contohnya
Larutan
karbohidrat D5, D10, D20
Larutan
Elektrolit NS, N/1
Larutan
Karbohidrat dan elektrolit N/1-D5, N/1-D10
2. Diet
enteral (sonde)
Diet
yang diberikan melewati saluran cerna, akan tetapi cara memasukkannya tidak
melalui mulut. Cara masuknya bisanya menggunakan selang yang dilewatkan pada
hidung atau dengan jalan pembedahan rongga peritoneum (perut). Bentuk makanan
yang diberikan biasanya cair.
3. Diet
oral (mulut)
Diet
yang diberikan melewati saluran cerna dan cara memasukkannya melalui mulut
dengan cara makan atau minum
II.
STANDAR
DIET DI RUMAH SAKIT
Diet
yang biasa digunakan dirumah sakit meliputi diet umum dan khusus
A.
Diet
Umum
Diet
yang penggolongannya berdasrkan bentuk makanan dan daya terima pasien terhadap
makanan tersebut.
Diet
umum terbagi menjadi:
1. Diet
Biasa
·
Tujuan diet
Memberikan
makanan sesuai kebutuhan gizi untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan
tubuh
·
Syarat diet
·
Energy sesuai kebutuhan
·
Protein 10-15% dari kebutuhan energy total
·
Lemak 10-25% dari kebutuhan energy total
·
Karbohidrat 60-75% dari kebutuhan energy total
·
Cukup mineral, vitamin, dan kaya serat
·
Makanan tidak merangsang saluran cerna
·
Makanan yang digunakan adalah seperti makanan
sehari-hari, beraneka ragam dan bervariasi jenisnya
·
Indikasi pemberian
Makanan
biasa diberikan pada pasien yang tidak memerlukan diet khusus berhubungan
dengan penyakitnya
·
Makanan yang tidak dianjurkan
Makanan
yang merangsang saluran pencernaan, seperti makanan yang berlemak tinggi,
terlalu manis, berbumbu tajam, dan minuman dan makanan yang mengandung alkohol
·
Contoh makanan pada diet biasa
Nasi
putih, ayam goring crispi, tumis sayur, tahu bacem goreng
2. Diet
lunak
·
Tujuan Diet
Memberikan
makanan dalam bentuk lunak yang mudah ditelan dan dicerna sesuai kebutuhan gizi
dan keadaan penyakit
·
Syarat diet
·
Energy, protein, dan zat gizi lain cukup
·
Makanan diberikan dalam bentuk cincang atau
lunak
·
Sesuai dengan keadaan penyakit dan kemampuan
makan pasien
·
Makanan diberikan dalam porsi sedang, yaitu 3
kali makan lengkap dan 2 kali selingan
·
Makanan mudah cerna, rendah serat dan tidak
mengandung bumbu yang tajam
·
Indikasi pemberian
·
Pasien sesudah operasi tertentu
·
Pasien dengan penyakit infeksi dengan kenaikan
suhu tubuh
·
Pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan
·
Sebagai perpindahan dari makanan sering ke
makanan biasa
·
Makanan yang tidak dianjurkan
·
Sumber karbohidrat
Nasi
goring, beras ketan, ubi
·
Sumber protein hewani
Daging
dan ayam berlemak dan berurat banyak, telur digoreng, ikan banyak duri seperti
bandeng, selar
·
Sumber protein nabati
Tempe,
tahu dan kacang-kacangan digoreng, kacang tanah, kacang mede
·
Sayuran
Sayuran
banyak serat seperti daun singkong, daun katuk daun mlinjo, nangka muda,
rebung.
Sayuran
yang menimbulkan gas seperti kol, sawi, lobak sayuran mentah
·
Buah
Buah
banyak serat dan menimbulkan gas seperti jambu biji, nanas, nangka masak,
durian dan buah kering
·
Bumbu
Cabe,
merica, terasi, dan penyedap yang mengandung vitsin
·
Minuman
Minuman
yang beralkohol dan soda seperti bir, wiski, air soda, the, dan kopi kental
·
Selingan/snack
Kue
kacang, kue kenari, buah kering, kue terlalu manis dan berlemak, kripik dan
snack yang terlalu gurih
·
Contoh makanan pada diet lunak
Nasi
tim, bubur beras, cah wortel, tahu dan tempe bacem tanpa digoreng, rolade
daging, telur pindang
3. Diet
saring/Blenderize
·
Tujuan diet
Memberikan
makanan dalam bentuk semi padat sejumlah yang mendekati kebutuhan gizi pasien
untuk jangka waktu pendek sebagai proses adaptasi terhadap bentuk makanan yang
lebih padat
·
Syarat diet
·
Hanya diberikan untuk jangka waktu singkat
selama 1-3 hari karena kurang memenuhi kebutuhan gizi, terutama energy dan
tiamin
·
Rendah serat
·
Diberikan dalam bentuk disaring atau diblender
·
Diberikan dalam porsi kecil dan sering yaitu 6-8
kali sehari
·
Indikasi pemberian
·
Pasien sesudah mengalami operasi tertentu
·
Pada infeksi akut termasuk infeksi saluran cerna
·
Pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan
·
Sebagai perpindahan dari makanan cair kental ke
makanan lunak
·
Makanan yang tidak dianjurkan
·
Sumber karbohidrat, beras ketan, jagung, ubi,
singkong, terigu
·
Sumber protein hewani Daging dan ayam berlemak
dan berurat banyak, makanan hewani yang digoreng dan diawetkan, ikan banyak
duri seperti bandeng, selar
·
Sumber protein nabati
Tempe,
tahu dan kacang-kacangan digoreng, kacang tanah, kacang mede
·
Sayuran
Sayuran
mentah
Sayuran
banyak serat seperti daun singkong, daun katuk, daun katuk daun mlinjo, nangka
muda, rebung.
Sayuran
yang menimbulkan gas seperti kol, sawi, lobak sayuran mentah
·
Buah
Buah
banyak serat dan menimbulkan gas seperti jambu biji, nanas, nangka masak,
durian dan buah kering
·
Bumbu
Cabe,
merica, terasi, dan penyedap yang mengandung vitsin
·
Minuman
Minuman
yang beralkohol dan soda seperti bir, wiski, air soda, the, dan kopi kental
·
Contoh makanan pada diet saring
Bubur
susu, bubur sumsum cair tanpa gula, tim blender
4. Diet
Cair (keruh/penuh dan jernih)
a. Diet
cair keruh/penuh
·
Sifat diet
·
Cair pada suhu ruang
·
Kandungan serat sangat sedikit
·
Tidak tembus pandang jika diletakkan dalam wadah
bening
·
Diberikan melalui oral atau NGT secara bolus
atau drip (tetes)
·
Produk tersedia yaitu komersial (buatan pabrik)
dan buatan rumah sakit
·
Tujuan diet
·
Memenuhi kebutuhan gizi
·
Meringankan kerja saluran cerna
·
Syarat diet
·
Tidak merangsang saluran cerna
·
Kandungan energy minimal 1 kal/ml
·
Diberikan sesuai kondisi pasien, misalkan rendah
laktosa, protein terhidrolisasi
·
Osmolaritas rendah yaitu kurang dari 400 ml
·
Indikasi pemberian
·
Pasien dengan gangguan mengunyah, menelan atau
mencerna makanan padat, misalnya pada operasi mulut atau tenggorokan kesadaran
menurun
·
Contoh makanan pada diet cair keruh/penuh
a. Buatan
rumah sakit
·
Formula 75
·
Formula 100
·
Formula 135
·
Formula rendah laktosa (LLM)
b. Buatan
pabrik (komersial)
Entresol,
diabetasol, peptisol, hepatosol, glucerna
b. Diet
cair jernih
·
Sifat diet
Cair
pada suhu ruang
Kandungan
serat sangat sedikit
Tembus
pandang jika diletakkan dalam wadah bening
Diberikan
melalui oral atau NGT secara bolus atau drip (tetes)
·
Tujuan diet
Memenuhi
kebutuhan cairan tubuh
Mencegah
dehidrasi
·
Syarat diet
Hanya
terdiri dari sumber karbohidrat
Tidak
merangsang saluran cerna
Mudah
diserap
Sangat
rendah sisa (residu)
Diberikan
hanya 1-2 hari
Diberikan
dalam porsi kecil dan sering
·
Indikasi pemberian
Pasien
sebelum dan sesudah operasi tertentu missal post op hemoroid, op apendik, op.
salurna cerna
·
Contoh makanan pada diet cair jernih
Teh,
sirup, sari buah, kaldu, air gula
B. Diet Khusus
Diet
yang penggolongannya berdasarkan penyakit yang diderita oleh pasien, contohnya
diet penderita diabetes mellitus, diet penderita hipertensi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BAGAS CANDRA EKO PAMBUDI
Komentar
Posting Komentar
Topik ini cukup bikin panas, ya? 😅 Gimana menurut kamu? Setuju atau ada pandangan lain? Tulis di kolom komentar—aku penasaran banget sama pendapatmu!