2 Contoh Naskah Pantomim

Naskah Pantomim

KEBERSIHAN SEKOLAH

 

Dua anak Basit dan Ariq baru bangun tidur. Keduanya menggerak-gerakkan badannya yang masih kaku. Mereka berdua merapikan tempat tidur mulai dari menata bantal, merapikan sprai, dan melipat selimut. Basit bercanda merebut selimut Ariq, terjadilah tarik-tarikan diantara keduanya dan akhirnya mereka berdua terpental.

 

Selang beberapa lama keduanya pergi mandi. Ariq langsung mandi di kamar mandi sedangkan Basit malah mengantuk didepan kamar. Tak lama kemudian Basit mendengar kalau Ariq sedang mandi, lalu Basit mengintip.

 

Ariq selesai mandi, lalu keluar dari kamar mandi. Ternyata Basit mendorong pintu dari luar, terjadilah dorong-mendorong diantara keduanya sampai pintu terjatuh ke lantai. Mereka pun tertawa.

 

Selanjutnya Basit mandi, Ariq berpakaian di kamar. Basit keluar kamar mandi setelah selesai mandi, pada saat sampai keluar pintu kamar mandi handuknya lepas. Dengan tergesa-gesa dia membetulkan handuknya dan menuju ke kamar untuk berpakaian.

 

Ketika berpakaian Ariq mengatur meja belajar  dengan menata buku yang berserakan. Basit keluar dari kamarnya, kemudian keduanya sepakat untuk mengatur ruang tamu. Mulai dari menyapu, mengepel dan menata ruang tamu. Setelah itu mereka berdua pergi menyiram tanaman dan mencabuti rumput di halaman rumah.

 

Selesai membersihkan halaman keduanya mencuci tangan dan bergegas untuk sarapan pagi. Mereka makan sangat lahap, bahkan di sela-sela makan ada salah satu yang kesedag sampai batuk. Selesai makan Basit mengambil buah pisang sebagai makanan penutup, tapi kulit pisang tersebut dibuang sembarangan olehnya. Ariq menasehati Basit untuk membuang sampah pada tempatnya, kemudian diambilnya kulit pisang itu, lalu dibuang ke tempat sampah.

 

~~~~~ Selesai ~~~

 

~~

 

 

NASKAH PANTONIM 2

Ayo Berangkat sekolah

Suatu malam, Tedy sedang belajar. Dia belajar dengan sungguh-sungguh hingga larut malam, sampai-sampai Tedy tertidur, dalam mimpinya.... Pagi menjelang, tiba-tiba Adi bangun dan tersentak kaget. Jam weker di meja belajarnyasudah menunjukkan pukul 06.30. Terlambat, pikir Adi. Dengan terburu-buru dia pergi ke kamarmandi, tak lupa gosok gigi, dan karena sudah terlambat Adi hanya cuci muka saja. Kemudian dia berganti pakaian dengan seragam sekolahnya.

Pagi hari, tiba-tiba Tedy bangung dengan kaget, karena jam bakernya di meja sudah berbunyi sampai pukul 06.25. Dengan panik, Tedy bergegas ke kamar mandi hanya sikat gigi dan cuci muka saja dan selanjutnya berganti seragam sekolah. Waduh, sial sudah jam 06.35, dengan panik serta cepat, dia mengambil tas, dan berangkat ngebut dengan sepadnya.

Di perjalanan Adi ngebut. Salip kanan, salip kiri, meluncur dengan cepat, tapi tak lupamenyapa tetangga. Tiba-tiba ada penyeberang jalan, dia mengerem mendadak sepedanya. Namun, untung tak dapat diraih, malang menimpanya. Tabrakan tak bisa dihindari. Adi jatuh bergulung-gulung, tapi anehnya dia tidak apa-apa, luka pun dia tidak merasa, sepedanya juga baik-baik saja. Dia langsung bangun dan mengambil sepedanya. Sembari membungkuk- bungkuk, dia meminta maaf dan menjelaskan mengapa terburu-buru; karena terlambat  

Dalam perjalanan Tedy sangat cepat bersepeda, dengan menyapa tetangganya dengan panik. Tiba-tiba di depan ada pernyebangan jalan, Tedy mengerem sekuat tenaga, namun tabrakan tak bisa di hindari. Tedy terpental dari sepedanya, namun Tedy tidak merasakan apa-apa, dan meminta maaf dan melanjutkan perjalananya ke sekolah. Tedy melihat jam, sudah jam 7, dengan rasa lelah, panik, sedih. Tedy berpikir pasti akan di marahi Pak guru. Namun Tedy tetap melanjutkan perjalanan, walaupun telat toh di marahi gapapa, penting masuk sekolah dari pada tidak sama sekali.

Sesampainya di sekolah Tedy, Tedy tidak melihat siapa-siapa di sekolah. Tedy mengecek jam dan hari, ternyata hari ini adalah hari minggu. Dengan wajah yang capek dan lega, Tedy berkata alhamdulillah libur ternyata. Setelah itu Tedy kembali pulang, sesampainya sampai rumah Tedy membersihkan diri, lalu membaca buku dan ketiduran, Akhirnya Tedy bangung di dunia nyata. Tiba-tiba suara dari Ibu Tedy'nak bangun nak waktunya sekolah'. Setelah itu Tedy bangun, dia tersadar bahwa itu tadi hanya mimpi ternyata. Dan hari ini pasti libur.

Dengan percaya dirinya Tedy menunjuk kalender sambil mengantuk, ini hari libur bu, jawab sang Ibu' ini bukan hari lbur nak, ini hari senin, berangkatlah sekolah'. Tedy membuka mata lebar-lebar melihat kalender, ternyata benar bukan tanggal merah. Dengan panik Tedy berkata 'Ayo Berangkat Sekolah'


Komentar