- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Naskah Pantomim
KEBERSIHAN
SEKOLAH
Dua
anak Basit dan Ariq baru bangun tidur. Keduanya menggerak-gerakkan badannya
yang masih kaku. Mereka berdua merapikan tempat tidur mulai dari menata bantal,
merapikan sprai, dan melipat selimut. Basit bercanda merebut selimut Ariq,
terjadilah tarik-tarikan diantara keduanya dan akhirnya mereka berdua terpental.
Selang
beberapa lama keduanya pergi mandi. Ariq langsung mandi di kamar mandi
sedangkan Basit malah mengantuk didepan kamar. Tak lama kemudian Basit mendengar
kalau Ariq sedang mandi, lalu Basit mengintip.
Ariq
selesai mandi, lalu keluar dari kamar mandi. Ternyata Basit mendorong pintu
dari luar, terjadilah dorong-mendorong diantara keduanya sampai pintu terjatuh
ke lantai. Mereka pun tertawa.
Selanjutnya
Basit mandi, Ariq berpakaian di kamar. Basit keluar kamar mandi setelah selesai
mandi, pada saat sampai keluar pintu kamar mandi handuknya lepas. Dengan
tergesa-gesa dia membetulkan handuknya dan menuju ke kamar untuk berpakaian.
Ketika
berpakaian Ariq mengatur meja belajar dengan menata buku yang berserakan.
Basit keluar dari kamarnya, kemudian keduanya sepakat untuk mengatur ruang
tamu. Mulai dari menyapu, mengepel dan menata ruang tamu. Setelah itu mereka
berdua pergi menyiram tanaman dan mencabuti rumput di halaman rumah.
Selesai
membersihkan halaman keduanya mencuci tangan dan bergegas untuk sarapan pagi.
Mereka makan sangat lahap, bahkan di sela-sela makan ada salah satu yang
kesedag sampai batuk. Selesai makan Basit mengambil buah pisang sebagai makanan
penutup, tapi kulit pisang tersebut dibuang sembarangan olehnya. Ariq
menasehati Basit untuk membuang sampah pada tempatnya, kemudian diambilnya
kulit pisang itu, lalu dibuang ke tempat sampah.
~~~~~
Selesai ~~~
~~
NASKAH PANTONIM 2
Ayo Berangkat sekolah
Suatu malam, Tedy sedang belajar. Dia
belajar dengan sungguh-sungguh hingga larut malam, sampai-sampai Tedy tertidur,
dalam mimpinya.... Pagi menjelang, tiba-tiba Adi bangun dan tersentak kaget.
Jam weker di meja belajarnyasudah menunjukkan pukul 06.30. Terlambat, pikir
Adi. Dengan terburu-buru dia pergi ke kamarmandi, tak lupa gosok gigi, dan
karena sudah terlambat Adi hanya cuci muka saja. Kemudian dia berganti pakaian
dengan seragam sekolahnya.
Pagi hari, tiba-tiba Tedy bangung dengan kaget,
karena jam bakernya di meja sudah berbunyi sampai pukul 06.25. Dengan panik,
Tedy bergegas ke kamar mandi hanya sikat gigi dan cuci muka saja dan
selanjutnya berganti seragam sekolah. Waduh, sial sudah jam 06.35, dengan panik
serta cepat, dia mengambil tas, dan berangkat ngebut dengan sepadnya.
Di perjalanan Adi ngebut. Salip kanan,
salip kiri, meluncur dengan cepat, tapi tak lupamenyapa tetangga. Tiba-tiba ada
penyeberang jalan, dia mengerem mendadak sepedanya. Namun, untung tak dapat
diraih, malang menimpanya. Tabrakan tak bisa dihindari. Adi jatuh
bergulung-gulung, tapi anehnya dia tidak apa-apa, luka pun dia tidak merasa,
sepedanya juga baik-baik saja. Dia langsung bangun dan mengambil sepedanya.
Sembari membungkuk- bungkuk, dia meminta maaf dan menjelaskan mengapa
terburu-buru; karena terlambat
Dalam perjalanan Tedy sangat cepat
bersepeda, dengan menyapa tetangganya dengan panik. Tiba-tiba di depan ada
pernyebangan jalan, Tedy mengerem sekuat tenaga, namun tabrakan tak bisa di
hindari. Tedy terpental dari sepedanya, namun Tedy tidak merasakan apa-apa, dan
meminta maaf dan melanjutkan perjalananya ke sekolah. Tedy melihat jam, sudah
jam 7, dengan rasa lelah, panik, sedih. Tedy berpikir pasti akan di marahi Pak
guru. Namun Tedy tetap melanjutkan perjalanan, walaupun telat toh di marahi
gapapa, penting masuk sekolah dari pada tidak sama sekali.
Sesampainya di sekolah Tedy, Tedy tidak
melihat siapa-siapa di sekolah. Tedy mengecek jam dan hari, ternyata hari ini
adalah hari minggu. Dengan wajah yang capek dan lega, Tedy berkata
alhamdulillah libur ternyata. Setelah itu Tedy kembali pulang, sesampainya
sampai rumah Tedy membersihkan diri, lalu membaca buku dan ketiduran, Akhirnya
Tedy bangung di dunia nyata. Tiba-tiba suara dari Ibu Tedy'nak bangun nak waktunya
sekolah'. Setelah itu Tedy bangun, dia tersadar bahwa itu tadi hanya mimpi
ternyata. Dan hari ini pasti libur.
Dengan percaya dirinya Tedy menunjuk
kalender sambil mengantuk, ini hari libur bu, jawab sang Ibu' ini bukan hari
lbur nak, ini hari senin, berangkatlah sekolah'. Tedy membuka mata lebar-lebar
melihat kalender, ternyata benar bukan tanggal merah. Dengan panik Tedy berkata
'Ayo Berangkat Sekolah'
Komentar
Posting Komentar
Topik ini cukup bikin panas, ya? 😅 Gimana menurut kamu? Setuju atau ada pandangan lain? Tulis di kolom komentar—aku penasaran banget sama pendapatmu!